Komoditi

Minyak Mentah Turun Setelah Pemberontak Melanjutkan Ekspor Minyak Libya

Selasa, 29 Maret 2011 18:50:08 WIB

 Kontrak Minyak Mentah berjangka akhirnya terkoreksi turun setelah pemberontak berhasil merebut kota penting di Libya, meningkatkan harapan bahwa negara tersebut dapat melanjutkan pengiriman minyak kedepannya.

 
Pejabat Departemen Keuangan mengatakan pada hari Senin bahwa kaum pemberontak Libya tidak akan terkena sanksi internasional jika mereka melanjutkan produksi minyak di kilang yang sebelumnya dioperasikan oleh rejim Gaddafi. Komentar ini dikeluarkan setelah pasukan oposisi Libya berhasil merebut infrastruktur strategis di Brega dan Ras Lanuf.
 
Ekspor minyak Libya mungkin dapat dilanjutkan kurang dari seminggu ini, menurut pernyataan dari jubir pemberontak Ali Tarhoni, dan beliau menambahkan produksi saat ini sekitar 100,000 hingga 130,000 per barrel per hari dapat dengan mudah ditingkatkan menjadi 300,000 per barrel per hari.
 
Pemerintah oposisi juga telah menyetujui kontrak minyak baru dengan Qatar yang akan memasarkan minyak mentah yang dihasilkan Libya. Menteri Luar Negeri Qatar juga juga telah membenarkan pernyataan tersebut.
 
Pada 1113 GMT, kontrak awal bulan Mei Brent di bursa berjangka ICE London turun $ 1,12, atau 1%, pada $ 113,68 per barel. Kontrak Mei awal bulan di New York Mercantile Exchange turun $ 1,13 sen, atau 1%, pada $ 102,85 per barel.

"Ada harapan bahwa penggulingan pemimpin Libya mungkin akan terjadi lebih awal daripada perkiraan, kemenangan cepat oposisi bisa membuka jalan bagi kenaikan relatif cepat dalam produksi," kata JBC Energy dalam catatan analis.

Lainnya, termasuk JPMorgan, memperingatkan masih belum bisa memastikan kapan minyak Libya akan kembali ke pasar.

Bahkan dengan poin beberapa konflik di Afrika dan Timur Tengah, kenaikan harga mungkin terbatas karena dukungan dari ekonomi global. Bahkan pada tingkat saat ini, harga memiliki potensi untuk menggagalkan pemulihan ekonomi global, Direktur Eksekutif IEA Nobuo Tanaka mengatakan Selasa.

"Jika tingkat harga berlanjut sepanjang tahun, mungkin memiliki dampak yang sangat merugikan bagi pemulihan ekonomi global. Itu adalah perhatian kami," katanya kepada Dow Jones Newswires.

Pada 1113 GMT, kontrak gasoil ICE untuk pengiriman April turun $ 16, atau 1,6%, pada $ 965,50 per metrik ton, sedangkan bensin Nymex untuk pengiriman April turun 1,49 sen, atau 0,5% pada $ 3,0125 per galon.

Diposting Oleh : ridwan_saputra

komentar sebanyak 0 komentar. Beri Komentar


Berita Lainnya :