Tahun
ini, perusahaan pelat merah itu memproyeksikan pendapatan sebanyak Rp
4,8 triliun dengan mulai beroperasinya jalan-jalan tol baru secara
bertahap mulai tahun 2011.
Jasa Marga saat ini tengah
mengerjakan tujuh ruas tol baru, yang sudah mendapatkan konsesi dari
pemerintah, yaitu Bogor Ring Road, Semarang-Solo, Gempol-Pasuruan,
Kunciran-Cengkareng, Kunciran-Serpong, JORR W2 Utara (Ulujami-Kb.Jeruk),
dan Surabaya-Mojokerto. Sedangkan ruas tol baru yang akan diakuisisi
adalah Gempol Pandaan.
Selain itu Jasa Marga juga tengah
menyelesaikan pembangunan Ruas Tol Porong-Gempol yang merupakan bagian
dari Jalan Tol Surabaya-Gempol. Dalam rangka sinergi BUMN, Jasa Marga
bekerja sama dengan PT Pelindo III, PT Angkasa Pura I dan Bali Tourism
Development Corporation berencana membangun Jalan Tol Serangan-Tanjung
Benoa, di Nusa Dua, Bali.
Untuk Jalan Tol Jakarta Outer Ring
Road (JORR) Ruas W2, Jasa Marga akan segera melakukan tahap konstruksi
pembangunan setelah pembebasan lahan yang dilakukan Pemerintah selesai
dilakukan. “Kira-kira kami membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk
menyelesaikan pembangunan ruas tol ini,” ujar Frans S. Sunito.
JORR
W2 ini nantinya akan dimulai dari ujung Ruas JORR di Ulujami, sehingga
ruas ini akan tersambung dengan Ruas JORR yang sudah mencapai Rorotan
(Cakung). Ruas JORR ini selesai maka akan menghubungkan 4 ruas tol yang
sudah ada, yaitu Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jagorawi, Ulujami-Pondok
Aren (Jakarta-Serpong) dan Jakarta-Tangerang.
Jasa Marga saat ini
mengelola 13 ruas tol yakni jalan tol Belmera di Sumatera Utara,
Jagorawi, Jakarta – Tangerang, Ulujami – Pondok Aren, Jakarta Inner Ring
Road, Sedyatmo atau Tol Bandara, Jakarta – Cikampek, Jakarta Outer Ring
Road, Cikampek – Padalarang, Padalarang – Cileunyi, Palikanci,
Semarang, dan Surabaya – Gempol. Panjang seluruh ruas tol yang dikelola
Jasa Marga sekitar 531 km atau 72% dari seluruh ruas tol yang beroperasi
di Indonesia.